Setiap tahun, beberapa
perguruan tinggi biasanya memiliki acara Masa Orientasi Mahasiswa atau sampai
sekarang masing dikenal dengan istilah OSPEK. Di acara ini, mahasiswa baru
diperkenalkan dengan rutinitas atau kehidupan di kampus, dari kegiatan perkuliahan
sampai kegiatan nonakademik lainnya.
Dengan bergabungnya
Maba sebagai warga civitas academica yang baru, sudah seharusnya mereka
saat Masa Orientasi diberi edukasi agar siap berperan sebagai
civitas academica. Seperti yang diketahui di lingkungan akademik kita, civitas
academica artinya komunitas akademik yang senantiasa bekerja atau melakukan
kegiatan dalam rangka merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tentu saja,
pendidikan ini jangan sampai melupakan posisi mahasiswa baru mengalami
peralihan pada diri mereka, dari remaja ke dewasa, atau dari SMA menjadi
mahasiswa.
Untuk hal itu, apa
saja yang perlu diajarkan kepada mahasiswa baru saat Masa Orientasi Mahasiswa?
Mahasiswa baru sebagai
warga baru di perguruan tinggi tentu memerlukan masa perkenalan atau masa
orientasi. Dalam masa orientasi, mahasiswa baru atau maba membutuhkan bimbingan
dan perkenalan terkait kehidupan di perkuliahan. Biasanya mahasiswa baru
diperkenalkan dengan gedung kampus beserta fasilitasnya, senior, dan tentu saja
dengan Anda, dosen yang akan membimbing mereka.
1. Etika berkomunikasi
Etika adalah ilmu
tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral
(kbbi.web.id). Etika merupakan aturan yang tidak selalu tertulis. Meski tidak
tertulis, Anda sebagai dosen bisa membimbing mahasiswa untuk beretika dalam
berbagai hal. Etika berpenampilan dan bertindak, perlu Anda lakukan. Selain
itu, Anda juga perlu memberikan edukasi tentang etika berkomunikasi.
Sering dijumpai meme
atau broadcast foto isi SMS mahasiswa kepada dosennya yang kurang sopan. Tak
bisa dipungkiri, komunikasi saat ini sudah didukung oleh perkembangan
teknologi. Jadi, mahasiswa pun perlu dididik untuk menjaga etika berkomunikasi,
baik itu komunikasi secara langsung maupun komunikasi tak langsung via telepon,
chat, ataupun SMS.
2.
Sedikit pengantar
terkait bidang keilmuan
Di awal semester,
biasanya ada mata kuliah pengantar. Di jurusan Matematika ada Pengantar Dasar
Matematika, di jurusan Filsafat ada Pengantar Filsafat. Jika selama Masa
Orientasi ada sesi di mana mahasiswa baru harus merasakan suasana
perkuliahan (simulasi kuliah), ajarkanlah sedikit pengantar dari ilmu sesuai
jurusan di mana Anda berada. Berusahalah agar mahasiswa semakin tertarik dengan
ilmu yang akan mereka perdalami dan tidak menyesal memilih jurusan tersebut .
3.
Arahkan untuk aktif
berkegiatan yang menunjang karier sejak dini
Poin ini penting untuk
mengarahkan mahasiswa ke dunia karier. Bagaimanapun, setelah lulus perguruan
tinggi, mereka harus terjun ke dunia karier. Mengingat peluang kerja yang ada
belum bisa menampung banyaknya lulusan perguruan tinggi. Tahun 2014 saja,
tercatat hampir 500.000 penduduk bergelar S1 yang menganggur (http://edukasi.kompas.com/read/2016/04/23/17424071/Kenapa.Lulusan.Perguruan.Tinggi.Makin.Susah.Mendapat.Pekerjaan).
Maka, perguruan tinggi dan Anda sebagai dosen perlu mendidik mahasiswa agar
mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia karier setelah lulus. Minimal, berikan
gambaran karier seperti apa yang bisa mahasiwa tempuh dari jurusan Anda. Jika
gambaran karier kurang sesuai dengan cita-cita mahasiswa, arahkan mereka untuk
aktif juga di luar kegiatan perkuliahan.
4.
Perkenalkan dengan
dunia publikasi karya ilmiah
Salah satu poin dari
Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Penelitian dan Pengembangan. Tuntutan
penelitian ini pun menjadi tuntutan untuk civitas academica, dari dosen,
peneliti di pusat studi, dan tentu saja mahasiswa. Tugas penelitian yang
dikerjakan mahasiswa sekadar menjadi laporan penelitian atau minimal bahan
diskusi kelas jika tidak dipublikasikan. Kurang ada kebanggaan bagi mahasiswa
sendiri dari penelitian yang mereka kerjakan. Untuk itu, Anda sebagai dosen
perlu untuk mengajarkan hal ini agar mahasiswa Anda bangga dengan peran sebagai
civitas academica. Salah satu program konkret yang bisa difasilitasi adalah
mengadakan kelas menulis dan publikasi karya ilmiah khusus untuk mahasiswa
baru.
5.
Pentingnya semangat
belajar, berpikir kritis, dan kreatif
Sudah saatnya
memposisikan mahasiswa sebagai civitas academica yang aktif dalam rangka
mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal riset, diskusi, publikasi, dan
pemberdayaan masyarakat. Tanpa kemauan belajar, daya berpikir kritis, dan kreativitas,
arah menuju Tri Dharma akan terhambat. Dalam hal ini, hambatan yang muncul dari
diri mahasiswa sendiri. Untuk itu, Anda perlu mengajarkan hal ini kepada
mahasiswa. Dengan begitu, Anda sebagai dosen dan mahasiswa-mahasiswa Anda bisa
kerja sama dalam merealisasikan Tri Dharma.
Itu 5 hal yang bisa
Anda, sebagai dosen ajarkan kepada mahasiswa-mahasiswa baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar